Kerajaan Phrygia & Makam Midas di Gordion
Pusat peradaban Anatolia Zaman Besi di Gordion dengan tradisi metalurgi perunggu megah yang melahirkan legenda 'Sentuhan Emas Raja Midas'.
Kerajaan Phrygia, yang berpusat di lembah Sungai Sangarios (Sungai Sakarya modern) di Anatolia tengah barat (Turki modern) antara abad ke-12 hingga abad ke-7 SM, adalah salah satu peradaban Zaman Besi paling makmur, memikat, dan kaya tradisi dalam sejarah kawasan Mediterania timur. Beribu kota di kota berbenteng Gordion, peradaban Phrygia menjembatani kebudayaan Timur Dekat kuno dengan dunia Yunani Aegea, serta melahirkan salah satu tokoh paling legendaris dalam mitologi dunia: Raja Midas, penguasa yang dalam legenda Yunani dianugerahi "Sentuhan Emas" (Golden Touch).
Meskipun kisah bahwa segala sesuatu yang disentuh Raja Midas berubah menjadi emas adalah alegori mitologis puitis, ekskavasi arkeologi modern di Gordion membuktikan bahwa Kerajaan Phrygia memang memiliki kekayaan material yang luar biasa melimpah. Bangsa Phrygia menguasai teknik metalurgi perunggu berkualitas tinggi, seni pertukangan kayu bertatah yang tiada duanya di dunia kuno, produksi tekstil wol berpewarna ungu mewah, serta sistem pertanian dan peternakan kuda yang sangat maju.
Pencapaian monumental bangsa Phrygia terlihat jelas pada lanskap nekropolis Gordion yang didominasi oleh lebih dari 120 bukit makam timbunan tanah raksasa (Tumulus). Yang paling spektakuler adalah Tumulus MM (Midas Mound) setinggi 53 meter—bukit buatan manusia terbesar kedua di Anatolia—yang di kedalamannya menyimpan bilik makam kayu pinus utuh tertua di dunia yang tidak pernah dijarah, berisi kerangka sang raja bersama ratusan bejana perunggu pesta pemakaman kerajaan.
Latar Belakang Sejarah
Menyusul runtuhnya Kekaisaran Het (Hittite) sekitar 1180 SM, suku-suku Phrygia yang berbahasa Indo-Eropa bermigrasi dari kawasan Balkan melintasi Selat Hellespont menuju dataran tinggi Anatolia tengah. Mereka mendirikan permukiman strategis di pertemuan rute perdagangan timur-barat di Gordion di tepi Sungai Sakarya.
Menurut mitos pendirian bangsa Phrygia, ketika terjadi perpecahan politik, sebuah orakel menyatakan bahwa raja baru mereka akan tiba mengendarai gerobak lembu. Seorang petani bernama Gordias tiba di alun-alun kota mengendarai gerobak, dan rakyat langsung mengangkatnya sebagai raja. Gordias mengikatkan gerobak lembunya ke tiang kuil dengan simpul tali kulit pohon yang sangat rumit—melahirkan legenda Simpul Gordia (Gordian Knot) yang berabad-abad kemudian dipotong oleh Aleksander Agung.
Putra Gordias, Raja Midas (yang dalam catatan prasasti kuneiform Asiria di bawah Kaisar Sargon II tercatat sebagai Mita dari Mushki), memerintah pada paruh kedua abad ke-8 SM (sekitar 738–696 SM). Midas memimpin zaman keemasan Phrygia, memperluas wilayah dari pesisir Aegea hingga perbatasan Kilikia, menjalin diplomasi pernikahan dengan putri-putri kerajaan Yunani Aeolis di Kyme, dan mempersembahkan takhta kerajaannya yang megah ke Kuil Apollo di Delphi.
Kronologi Peristiwa
Sejarah Kerajaan Phrygia dan situs Gordion mencakup tonggak-tonggak kunci:
- Migrasi dan Pendirian Gordion (c. 1100–900 SM): Migrasi bangsa Phrygia ke Anatolia tengah dan pembangunan benteng awal di atas bukit pemukiman Gordion.
- Pembangunan Kota Monumental Zaman Besi Awal (c. 900–800 SM): Pembangunan gerbang kota batu masif setinggi 10 meter, kompleks istana berlantai mosaik kerikil (Megaron), dan benteng pertahanan.
- Zaman Keemasan Raja Midas (c. 738–696 SM): Midas menyatukan Anatolia tengah, menjalin hubungan dengan Asiria dan Yunani, serta membangun bukit makam Tumulus MM.
- Invasi Bangsa Cimmeria dan Kehancuran Gordion (c. 696 SM): Serbuan nomaden Cimmeria dari utara Kaukasus membumihanguskan Gordion; Raja Midas menurut legenda bunuh diri dengan meminum darah banteng.
- Pemotongan Simpul Gordia oleh Aleksander Agung (333 SM): Aleksander singgah di Gordion dalam ekspedisi penaklukan Asia dan membelah Simpul Gordia legendaris dengan pedangnya.
- Ekskavasi Arkeologi University of Pennsylvania (1950–sekarang): Rodney Young dan tim mengekskavasi bilik makam Tumulus MM pada tahun 1957, menemukan bilik kayu utuh dan bejana perunggu Midas.
Tokoh-Tokoh Kunci
Sosok-sosok terkemuka dalam sejarah Kerajaan Phrygia meliputi:
- Raja Midas (Mita dari Mushki): Raja terbesar Phrygia abad ke-8 SM yang menyatukan Anatolia, bersekutu dengan raja-raja Yunani dan Mesopotamia, serta diabadikan dalam mitos Sentuhan Emas.
- Raja Gordias: Pendiri legendaris dinasti kerajaan Phrygia dan pencipta Simpul Gordia di kuil kota.
- Dewi Cybele (Matar Kubileya): Ibu Pertiwi Agung yang disembah bangsa Phrygia di kuil-kuil tebing batu sebagai pelindung alam liar, pegunungan, dan kesuburan.
- Rodney S. Young (1907–1974): Arkeolog Amerika Serikat dari University of Pennsylvania Museum yang memimpin penggalian dramatis menembus Tumulus MM pada tahun 1957.
Dampak dan Warisan
Kerajaan Phrygia menjadi jembatan budaya vital yang mentransmisikan inovasi teknologi dan motif seni Timur Dekat ke Yunani Kuno pada Zaman Orientalisasi. Bangsa Yunani mengadopsi instrumen musik seruling ganda (aulos), tangga nada musik Phrygian mode, serta kultus pemujaan Dewi Cybele (Magna Mater) yang kelak menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi.
Penemuan bilik makam kayu di Tumulus MM membuktikan kemahiran pertukangan kayu tingkat tinggi yang belum pernah ditemukan tandingannya di dunia kuno. Pada tahun 2023, situs arkeologi Gordion secara resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Fakta Menarik
Beberapa keunikan luar biasa dari Kerajaan Phrygia dan Makam Midas:
- Bilik Kayu Berusia 2.700 Tahun: Bilik makam Tumulus MM dibangun dari balok kayu pinus dan aras utuh tanpa paku, menjadikannya struktur kayu berdiri tertua di dunia yang masih utuh terawetkan.
- Analisis Residu Jamuan Pemakaman Midas: Pada tahun 1999, analisis kimia molekuler biomolekuler terhadap kerak residu pada 157 bejana perunggu di makam Midas mengungkap resep minuman pesta pemakaman raja: campuran anggur merah (wine), bir jelai, dan madu terfermentasi (mead), serta hidangan semur daging domba berbumbu lentil.
- Mosaik Lantai Kerikil Tertua di Dunia: Di dalam Megaron 2 di Gordion ditemukan lantai mosaik berpola geometris dari ribuan kerikil alami berwarna biru tua, putih, dan merah, yang merupakan seni mosaik tertua yang diketahui dalam sejarah arsitektur.
- Peniti Pengaman Pakaian Berpegas (Fibula): Pengrajin Phrygia menciptakan peniti pakaian perunggu berpegas ganda yang sangat presisi dan diproduksi secara massal untuk diekspor ke seluruh Mediterania.
Catatan Sejarah
Sumber ilmiah dan riset arkeologi mengenai Gordion dan Kerajaan Phrygia:
- Rose, C. Brian. (2012). The Archaeology of Phrygian Gordion, Royal City of Midas. Philadelphia: University of Pennsylvania Museum.
- Young, Rodney S. (1981). Three Great Tumuli: The Gordion Excavations Final Reports, Vol. 1. Philadelphia: University of Pennsylvania Museum.
- McGovern, Patrick E., et al. (1999). A Funerary Feast Fit for King Midas. Nature, 402(6764), 863-864.
Sumber & Referensi
- [1]C. Brian Rose.The Archaeology of Phrygian Gordion.Penn Museum,2012.
Artikel Terkait
Pusat Kebudayaan Olmek di San Lorenzo
Peradaban pionir Mesoamerika yang memahat patung kepala kolosal raksasa dari batu basal dan merintis ritual permainan bola kuno.
Kompleks Megalitikum Göbekli Tepe
Kuil megalitikum bertiang batu T tertua di dunia yang dibangun oleh komunitas pemburu-peramu sebelum munculnya pertanian.
Proto-Kota Neolitikum Çatalhöyük
Permukiman proto-kota Neolitikum terbesar di mana rumah-rumah bata lumpur saling menempel rapat tanpa jalan darat dan dimasuki dari atap.